Jumat, 01 Februari 2019

CANDI GEDONG SONGO


CANDI GEDONG 9


Sejarah Candi Gedong Songo merupakan beberapa candi yang berkelompok hingga membentuk sebuah komplek percandian yang merupakan salah satu peninggalan agama Hindu. Lokasi candi ini di desa Candi, kecamatan Bandungan, Jawa Tengah. Secara geografis, letak candi ini berada di koordinat -7.210290, +110.342010, yang berada di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut. Lokasi tepatnya di kaki Gunung Ungaran sehingga kesejukkan dapat dirasakan di area ini. Suhunya pun sekitar 19° – 27° Celcius. Letaknya 15 km dari kota Ambarawa dan 45 km dari kota Semarang.
Candi Gedong Songo belum diketahui kapan dibangunnya candi ini hingga sekarang, bahkan para arkeolog pun belum bisa memecahkan problem ini. Sehingga candi ini sampai sekarang masih sering dijadikan sebagai bahan penelitian di bidang arkeologi. Namun, ada beberapa yang berpendapat bahwa candi ini dibangun di masa pemerintahan dinasti Sanjaya Hindu di Jawa yaitu sekitar abad ke-8. Hal ini pun ditinjau dari segi bangunannya dan coraknya.
Bentuk dan relief itu telah dijadikan bukti bahwa candi ini dibangun di masa pemerintahan dinasti Sanjaya. Hal inilah yang menguatkan mereka berpendapat bahwa candi ini di bangun pada abad ke-8. Namun, belum ada yang memastikan bahkan tahun pembangunan candi ini pun belum dikonvensionalkan oleh beberapa ahli.

Karakteristik Masing-Masing Candi Gedong Songo

Setiap candi pada Candi gedong Songo ini memiliki sejarah yang berbeda-beda dan memiliki karakteristik masing-masing. Berikut ini adalah sejarah masing-masing dari setiap candinya pada Candi Gedong Songo:
1.      Candi Gedong I

Candi Gedong I ini merupakan salah satu candi yang terbentuk utuh di antara candi-candi lainnya di komplek candi Gedong Songo. Karakteristik pada candi ini adalah sebagai berikut :
·         Berbentuk persegi panjang
·         Ukuran tidak terlalu besar
·         Tinggi sekitar 4 sampai 5 meter
·         Berdiri di atas sebuah batur
·         Kaki candinya setinggi 1 meter
·         Kaki candi terdapat hiasan berupa pahatan relief sulur dan pahatan bunga atau Padma di sekelilingnya.
·         Berdiri menghadap ke arah Timur
·         Terdapat tangga kecil di pintu masuknya
·         Di bagian dalam terdapat ruangan sempit,
·         Di bagian luar hanya terlihat polos tanpa hiasan relief, hanya pahatan bunga sederhana seperti bingkai kosong di tengahnya.
           
          2. Candi Gedong II

Sama halnya dengan Candi Gedong I, bahwa Candi Gedong II berupa sebuah bangunan  candi yang utuh. Karakteristik dari Candi Gedong II ini di antaranya: 
·         Candi ini berdiri kokoh di atas batur bujur sangkar dengan luas 2,2m dan tinggi 1 meter. Di atas batur terdapat selasar selebar setengah meter yang mengeliling candi.
·         Terdapat tangga di depan pintu masuk Candi Gedong II. Di bagian atas pintu, terdapat hiasan pahatan Kalamakara yang menjorok keluar sepanjang 1 meter
·         Candi menghadap ke arah Timur.
·         Di bagian luarnya terdapat relung atau ceruk kecil yang terdapat sebuah arca. Relung tersebut dihiasi dengan 2 kepala naga. Juga terdapat pahatan pola kertas tempel di masing-masing relung.
·         Bagian atap terlihat reruntuhan bangunan.
·         Di depannya juga terdapat bangunan candi kecil yaitu Candi Perwara yang fungsinya sebagai penjaga Candi Gedong II.

3. Candi Gedong III

Berbeda halnya dengan Candi Gedong I dan II, bahwa Candi Gedong III ini terdapat 3 buah bangunan candi besar. Berikut ini karakteristiknya:
·         2 candi berada sederet menghadap Timur dan terlihat serupa, namun satu di antara kedua candi itu tampak lebih besar dan itu adalah candi utamanya dan candi di sampingnya berfungsi sebagai Candi Perwara. Kedua candi tersebut bentuknya seupa dengan Candi Gedong II. Sedangkan 1 candi yang lebih kecil menghadap Barat.
·         Kedua candi utama memang serupa dengan Candi Gedong II, perbedaannya adalah adanya relung di pintu masuk yang terdapat arca Siwa yang berdiri dengan gada panjang di tangan kanannya.
·         Pada dinding candi utama terdapat beberapa relung yang terdapat Ganesha dan Durga bertangan 8.
·         Candi kecil di depan kedua candi utama fungsinya sebagai tempat penyimpanan yang bentuknya mirip dengan Candi Semar di Candi Dieng yang bentuknya persegi panjang dengan atapnya yang berbentuk limas.

4. Candi Gedong IV

Candi ini merupakan sebuah candi besar yang dikelilingi oleh beberapa reruntuhan candi kecil yang merupakan candi Perwara. Karakteristik pada Candi Gedong IV adalah sebagai berikut:
·         Candi ini serupa dengan Candi Gedong II dengan batus setinggi 1 meter dan selasar yang mengelilingi seluas setengah meter.
·         Candi ini menghadap ke arah Timur.
·         Terdapat tangga di pintu masuknya dan di pintu tersebut terdapat bilik penampil tanpa arca yang menjorok sepanjang 1 meter.
·         Di bagian luarnya juga terdapat bilik penampil dengan relung yang berisi arca namun sudah rusak.


5.      Candi Gedong V
Candi Gedong V ini serupa dengan Candi Gedong IV yaitu merupakan bangunan utama yang besar dan beberapa reruntuhan candi Perwira yang mengelilingi candi utama. Karakteristik dari Candi Gedong V adalah bahwa bangunan utama pada Candi Gedong V ini juga menyerupai Candi Gedong II, namun perbedaannya adalah terdapat Arca Ganesha yang duduk bersila pada beberapa relung di sisi luar candi utama.
Untuk candi lainnya seperti candi Gedong VI hingga Cando Gedong IX hamper serupa dengan Candi Gedong V dari segi karakteristik dan bentuk bangunannya. 

Fungsi Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo yang terletak di area perbukitan ini berfungsi sebagai tempat pemujaan para pemeluk agama Hindu. Konon, telah dipercaya oleh umat Hindu bahwa gunung merupakan tempat para dewa alias khayangan atau surganya para dewa. Sehingga dapat dikatakan bahwa candi ini dapat dijadikan sebagai tempat pemujaan bagi para pemeluk agam Hindu.
Selain karena letaknya berada di area perbukitan, candi ini memiliki bentuk yang mirip dengan komplek Candi Dieng. Sehingga bukti inilah yang membuat umat Hindu menjadikan Candi Gedong Songo sebagai tempat pemujaan mereka. Bahkan hingga sekarang Anda akan masih menemukan umat agama Hindu yang sering datang ke Candi Gedong Songo. Apalagi di hari raya umat Hindu seperti hari Raya Nyepi dan lain sebagainya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar